Related Article

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Friday, September 21, 2018

Proses Bayi Tabung, sebagai pilihan terapi masalah kesuburan

Assalamu'alaikum dear friends, apa kabar? semoga sehat selalu ya :)


Diatas adalah foto salah satu keponakan kesayangan saya, Raqilla Yasmin. Putri pertama dari kakak saya, Lany Jassin dan suaminya Zainal Koemadji. Alhamdulillah, saat ini usia Raqilla sudah dua tahun.

Setelah 8 tahun menikah dan melalui berbagai program untuk hamil, mulai dari mencoba alami hingga inseminasi, kehamilan belum kunjung terjadi. Akhirnya kakak saya dan suami memutuskan untuk menjalani program kehamilan melalui IVF atau yang biasa kita kenal dengan sebutan, Bayi Tabung.

Iya, Raqilla adalah putri yang dikaruniai Allah SWT untuk dibesarkan oleh kakak saya dan suaminya, yang diperoleh melalui proses Bayi Tabung.

Umumnya, banyak pertanyaan seputar bayi tabung, mulai dari pertanyaan 'normal' hingga pertanyaan yang bisa dikatakan 'unik', misalnya :

Pertanyaan normal :
a. Apakah anak dari hasil bayi tabung akan berbeda dengan anak dari proses kehamilan alami?
b. Kenapa biaya bayi tabung mahal sekali?

hingga pertanyaan 'unik' atau bisa dibilang 'aneh' seperti :

a. Apakah ada jaminan sperma, sel telur atau embrio nya tidak tertukar dengan milik pasien lain?
b. Bayi tabung itu, bayinya dimasukkan ke dalam tabung? atau bagaimana ya, kenapa disebut bayi tabung? Ha-ha-ha yang ini super 'unik' ya pertanyaannya. Walau 'aneh' tapi masih ada saja yang bertanya demikian. Kenapa? karena masih banyak yang awam mengenai apa dan bagaimana proses bayi tabung dilakukan. 

Oke, saya akan menjelaskan lebih detail mengenai apa dan bagaimana proses bayi tabung dan melalui penjelasan-penjelasan dibawah ini, pertanyaan-pertanyaan 'unik' diatas akan dapat terjawab.

Friday, September 7, 2018

Liburan ke Malang


Assalamu'alaikum,

Teman-teman sudah baca review Harris Hotel and Convention Malang diblogpost aku disini ?
Belum? wah baca dulu ya, lalu kembali lagi kesini ya :)

Jadi, tanggal 24-26 Juni 2018 lalu, aku bersama suami sempat berlibur ke Malang. Malang merupakan kota kedua terbesar di Jawa Timur, setelah Surabaya. Di Malang ini tinggal salah satu sahabat saya, Mba Achie. Mba Achie sebenarnya adalah sahabat kakak saya, Lany, tapi karena kami sering kumpul bersama, jadi keluarga Mba Achie dan keluarga saya sudah dekat banget. Kebetulan mumpung ke Malang, saya mengagendakan bertemu dengan Mba Achie juga.

Alhamdulillah, sampai Malang

Tuesday, September 4, 2018

Tips menjaga asupan makanan selama traveling


Assalamu'alaikum dear friends? apa kabar ? semoga sehat selalu ya ^_^

Di blogpost kali ini saya ingin share mengenai beberapa tips untuk menjaga asupan makanan yang benar selama kita traveling.

Untuk kita (saya dan kamu tentunya) yang memiliki hobi traveling, pasti seringkali "menyerah" dengan mengkonsumsi "junk food" selama traveling. Yang penting tidak kelaparan, yang penting kenyang. Betul tidak? 

Contohnya saya, saat traveling ke jepang beberapa bulan lalu. Sebagai orang Indonesia asli, tidak afdol rasanya kalau belum makan nasi. Apartment tempat saya tinggal menyediakan kompor tapi jika ingin memasak nasi menggunakan panci biasa tentu perlu waktu yang lebih lama. Belum lagi kalau ditinggal tentunya nasinya bisa dingin. Apartment saya tidak menyediakan rice cooker, waktu itupun jika ingin membawa rice cooker dari Indonesia tentunya akan sangat merepotkan, karena rice cooker yang saya punya besar sekali ukurannya.

Alhasil, saya hanya bisa membeli salmon onigiri terus di mini market dekat apartment untuk sarapan dan beberapa kali saat makan malam, di siang hari saya dan suami wisata kuliner mencoba berbagai kuliner jepang yang halal.

Sebenarnya, kita dapat mensiasati agar tidak selalu berakhir dengan membeli dan mengkonsumsi makanan cepat saji saat traveling. Berikut beberapa tips yang bisa dipersiapkan agar asupan kita dan keluarga selama traveling tetap terjaga, yang saya dapatkan melalui event Cosmos Blogger Gathering, 29 Agustus 2018 lalu, di Soeruni Restaurant, Lippo Mall Puri.