Related Article

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Thursday, April 26, 2018

Itinerary Halal Japan Trip 2018


Assalamu'alaikum dear friends?

Alhamdulillah, saya baru saja kembali dari Jepang. Masya Allah senang sekali bisa ke Jepang, karena berkunjung ke negara ini sudah menjadi cita-cita sejak lama. :) 

Perjalanan saya ke Jepang kemarin bersama dengan suami, kami sudah membeli tiket dari Agustus 2017 lalu, melalui Singapore Airlines Travel Fair. 

How to get cheap airline ticket ?

 Pak suami mendapat informasi Singapore Airlines travel fair melalui broadcast email credit card BCA miliknya. Walau ada beberapa hal kontradiktif terhadap penggunaan credit card bagi seorang muslim, tapi kami, melalui suami saya, memutuskan masih memiliki credit card, dengan syarat sebagai pengganti cara pembayaran saja. Semua transaksi harus langsung dibayar. Memiliki credit card ada juga manfaatnya, salah satu contohnya adalah membeli tiket ke jepang ini.

Saat datang ke Singapore Airlines Travel Fair kami tidak serta merta mengincar Jepang sebagai destinasi, melainkan mempertimbangkan juga ke Korea, Hongkong, Australia dan Turki. Setelah melihat harga tiket promo kami mendapatkan harga tiket ke Jepang PP dengan singapore airlines adalah sebesar Rp.5.250.000 dimana untuk dua tiket menjadi Rp.10.500.000

Berdasarkan informasi dari promo CC BCA, bahwa akan ada cash back senilai Rp.1.500.000 untuk 100 orang transaksi pertama per harinya. Dengan ketentuan harga tiket minimal senilai Rp.3Juta. 1 kartu hanya bisa mendapat 2 cashback.  Wah, semangat sekali tentunya kami, karena kalau dapat cash back, harga tiket PP menggunakan Singapore Airlines berdua akan menjadi Rp.7,5 Juta (Rp.3,25juta /orang) saja. Good deal banget. Dimana kalau kondisi biasa, harga tiket singapore airlines PP Jakarta-Jepang-Jakarta per orang bisa Rp.10Juta dikali 2 jadi Rp.20Juta hanya untuk biaya tiket saja.

Kami datang dihari kedua pameran. Jadi sudah mendapat info dari travel agent bagaimana kondisi antrian mendapatkan cash back dihari pertama. Di pagi hari, pintu registrasi antrian 100 orang pertama yang mendapat cash back akan dibuka pukul 9 pagi. 

Kami cek dimana tempat antrian, saat itu pukul 10 malam hari sebelumnya. Dan sudah ada sekitar 30 orang antri. Wah ini sih kalau baru datang besok pagi, sudah pasti tidak akan kebagian cash back. Untungnya ada teman yang menawarkan bantuan untuk mengantri malam itu hingga besok pagi saat pak suami datang pukul 7 pagi untuk menggantikan dia :)

Alhamdulillah, untuk tiket ke Jepang kali ini menggunakan Singapore Airlines PP Jkt-Japan-Jkt per orang kami dapatkan senilai Rp.3.750.000 saja.

Itinerary Japan Trip 2018.
Saya akan menceritakan rangkuman perjalanan kami dulu ya, banyak detail lainnya yang akan saya post terpisah pada blogpost lain. :) Itinerary yang saya post disini adalah itinerary yang akhirnya kami jalani, karena ternyata itinerary awal yang saya buat harus berubah menyesuaikan kondisi lapangan ^_^

Day 1. Jumat, 13 April 2018.
Kami berangkat pagi hari, tepat setelah subuh, karena akan transit ke Singapore dulu, untuk berganti pesawat. Penerbangan dari Singapore ke Osaka menempuh waktu 6 Jam. Tiba di Kansai International Airport, Osaka pukul 10 malam waktu Jepang, di Jakarta pukul 8 malam. Perbedaan waktu Jepang dan Jakarta adalah 2 jam. 
Transit di Changi

Kami menginap di apartment 3 lantai di Saint Regis Shin Osaka. Saat tiba diapartment sudah sekitar pukul 12 malam. Review apartment akan ada di post terpisah ya. Super lelah, tapi kami terakhir makan di pesawat sore hari. Jadi saya memaksakan diri untuk memanaskan bakso sumsum yang sudah dibawa dari Jakarta. Enaknya tinggal di apartment, ada fasilitas mini kitchen, lengkap dengan alat makan. Kondisi di Osaka saat itu dingin, apalagi untuk saya yang memang tidak kuat dingin. Anak tropis banget deh saya ini. Makan bakso diudara dingin menjadi super duper nikmat. Masya Allah. Ini video sedang memanaskan bakso sumsum :)
  

Day 2. Sabtu, 14 April 2018.
Plan hari kedua di Jepang yaitu ke Universal Studio Japan. Harus berubah, qadarullah, pak suami, semalam demam. Setelah makan malam, minum obat, gosok-gosok minyak kayu putih, Alhamdulillah, di pagi hari kondisinya sudah lebih sehat. Walau begitu, lebih baik, paginya istirahat dulu di apartment. Saya juga masih capek banget. Kami sarapan di apartment. Makan roti bakar dan minum teh panas.

Pagi itu Osaka hujan, untungnya siang hari bertepatan kami akan berangkat, hujan reda. Rencana hari ke 3 melihat Sakura di Osaka Castle dimajukan kehari ini. Sebelum menuju ke Osaka Castle, kami mencari resto halal di daerah Shinsaibashi, Naritaya Ramen Osaka. Resto Naritaya Ramen akan saya review di post terpisah ya :)
didepan Naritaya Japanese Resto

Kami ngobrol dengan waiter di resto Naritaya, yang adalah mahasiswi Indonesia di Jepang. Saya sempat bertanya kira-kira Sakura masih adakah di Osaka Castle? Jawabnya, kemungkinan sudah tidak ada. Saya cek di IG #osakacastle terkini juga tidak tampak si sakura.

Jadi di tahun ini Sakura blossoms lebih cepat daripada tahun sebelumnya. Sakura sudah full bloom dari 1 minggu sebelum saya tiba di Jepang. Sempat kecewa, karena tujuan awal kami memilih tanggal ini ya karena mencocokan dengan jadwal sakura blooming. Tapi, tentu saja saya tidak patah semangat dong :) Masih cari-cari info kira-kira dimana Sakura masih ada. Salah satunya di Expo 70 Commemorative Park. 

Puas kenyang makan di Naritaya Resto. Kenyang banget, kami pesan porsi extra large, supaya awet kenyangnya, karena sesudah ini akan lanjut jalan-jalan dan hujanpun turun lagi. Dingiin. Karena sudah di daerah shinsaibashi kamipun melanjutkan ke Dotonbori, melewati Shinshaibashi Suji, sepanjang ini banyak sekali toko-toko. Hingga akhirnya tiba di the famous Glico Man sign. 
Kami foto-foto dan video didepan Glico Man sign ini. Kenapa sih Glico Man ini terkenal? Karena Glico Man sign ini telah ada sejak tahun 1935, dan dengan posenya yang mengangkat kedua tangan merupakan falsafah sportivitas dan semangat olahraga masyarakat Osaka. Jadi foto didepan Glico Man sign ini wajib jika kita berkunjung ke Osaka, karena sudah menjadi icon kota Osaka. Ini dia videonya , click to play ya :)


Sepulangnya dari Dotonburi matahari sudah terbenam dan hujan pun tak kunjung usai. Akhirnya kami memutuskan kembali ke apartment, tidak jadi ke Osaka Castle. Jaga kesehatan juga perjalanan masih panjang. :)

Day 3. Minggu, 15 April 2018.
Judul hari ini adalah chasing Sakura. Ambisi saya untuk bertemu Sakura belum surut. Setelah cek di internet, Expo 70 memiliki pusat olahraga, taman dan mall. Seperti kawasan Senayan di Jakarta. Expo 70 Commemorative Park. Berdasarkan informasi dari internet disini terdapat 5000 pohon sakura, logika saya masa tidak ada satupun yang masih blooming. Jadi berbekal google maps kami menuju ke Expo 70 Commemorative Park. Begitu akhirnya menemukan si sakura, senangnya bukan main. Alhamdulillah. Mission accomplished. ^_^ 


Expo 70 Commemorative Park ini luas sekali, selain melihat sakura, kami beruntung dapat bonus melihat taman bunga tulip yang sedang full bloom. Cantiiik sekali. Jadi, serasa ada di Keukenhof Belanda.


Diantara berbagai warna tulip
Di Expo 70 ini juga terdapat mall bernama Expo City. Di Expo city ini kami late lunch di resto halal yang kami temukan melalui aplikasi Halal Gourmet, bernama Soba Dining. Enaknya Hot Soba dengan Shrimp Tempura dan Halal. Alhamdulillah. Di mall ini juga, melalui information center, tersedia Pray room, dimana untuk menggunakan pray room ini perlu input password yang diberikan oleh pihak information.

Hot soba & shrimp tempura

Day 4. Senin, 16 April 2018.
Semestinya hari ini kami sudah menuju Kyoto untuk menginap di Gion Ryokan Qbeh. Berkunjung ke Jepang, membuat saya ingin merasakan tidur di Ryokan, rumah khas Jepang dengan tataminya itu. Tapi dari hari ke 2 tiba di Jepang, saya sudah mencancel booking Ryokan di Kyoto, setelah sebelumnya mengecek apartment di Osaka available untuk 2 hari ke depan, menggantikan booking kami di Ryokan Qbeh. 

Kenapa tidak jadi menginap di Kyoto? Karena kami sudah tidak ada tenaga lagi untuk geret koper naik turun kereta. Belum lagi, kalau cuma ada tangga di stasiun, no elevator / lift, oh no. Lebih tepatnya pak suami yang sudah terlalu lelah, karena angkat koper besar sudah jadi 'tanggung jawab' para lelaki. He-he-he. Dan lagi, kalau jadi menginap di Kyoto, kami akan 'pindahan' dari osaka ke kyoto dan 'pindahan' lagi dari kyoto ke tokyo. Lambaikan tangan ke camera. Kami lelahhh. Ha-ha-ha. Jadi, dari rencana 3 hari osaka, 2 hari kyoto, 4 hari tokyo berubah menjadi 4 hari osaka, 1 hari kyoto, 4 hari tokyo. 

So, today's plan adalah yang mestinya sudah dilakukan di hari ke2 yaitu ke Universal Studio Japan. Dari shin osaka kami menggunakan subway menuju Universal City.  Untuk tiketnya sudah kami beli dari Jakarta melalui smiling tour. Selain USJ kami juga membeli tiket Tokyo Disney Sea. Jadi tiket yang sudah diprint, barcode nya cukup kami tempelkan saja pada mesin di pintu masuk. Saat memasuki USJ, terasa sekali euphoria kebahagiaan dan keceriaan disini. Satu kata, Keren! 

Satu lokasi yang paling saya incar disini apalagi kalau bukan, Wizarding World of Harry Potter. Nanti akan saya review di post terpisah ya tentang WWHP ini. Yang jelas, it's a dream come true untuk saya, si potterhead :)


Seharian kami di USJ, lunch di resto JAWS, yang hanya menyajikan menu Fried Chicken dan Shrimp Sandwich. Jadi aman ya. Oiya untuk shalat, kita bisa minta ruangan di information center USJ, tapi tidak ada tempat wudhu, jadi kita terpaksa wudhu diwashtafel toilet umum.

Sepulangnya dari USJ, kami mampir sejenak ke Yodobashi, atas rekomendasi teman dimana di Yodobashi menjual tas anello dengan discount 10%-30% dan additional tax free 8%.  Cihuy banget. Di Osaka, Yodobashi dekat sekali dari stasiun Osaka.

Day 5. Selasa, 17 April 2018.
Hari ini kita akan naik JR Train menuju Kyoto. Target hari ini sewa Kimono dan ke Fushimi Inari Taisha. Sebelumnya, kami sudah mempersiapkan koper besar untuk dikirim ke Tokyo. Pengalaman keribetan membawa koper besar dari Kansai Airport ke apartment di Osaka membuat kami "terdeterminasi" menemukan jasa pengiriman koper. Setelah browsing, ada satu fasilitas pengiriman koper Takyubin satu group dengan Yamato. Jadi, jasa pengiriman ini bekerjasama dengan Seven Eleven, kita cukup drop koper kita ke seven eleven terdekat, isi formulir dan besok harinya, koper kita sudah sampai di alamat hostel kita di Tokyo. Alhamdulillah. Ringaaan.  Kami hanya perlu bawa koper kecil dari osaka ke tokyo. InsyaAllah detail jasa pengiriman ini bisa saya tulis diblogpost khusus ya. :)

Dari Shin Osaka station menuju Kyoto Station. Tiba di fushimi inari kami sempat mampir ke coffee shop terdekat dari station. Untuk isi amunisi lagi sebelum menanjak naik ke Fushimi Inari menggunakan kimono. Kami cek 3 lokasi penyewaan kimono, dan memilih 1 yang paling murah. Toko ini menyediakan kimono mulai dari 3000 Yen. 

Sungguh ramai di Fushimi Inari, terutama di bagian 10.000 torii yang berderet berwarna orange, berukir nama-nama penyumbangnya. Untuk berfoto kita juga perlu memiliki strategi, agar terkesan sepi. Beruntung kami mendapatkan foto di antara torii juga dibawah pohon sakura yang masih berkembang.

Saya jatuh cinta dengan kimono, sebelumnya saya tidak tau kalau menggunakan kimono juga ada tehniknya. Tidak sembarang lilit. Jadi kimono, selain bagian luar, juga memiliki lapisan pertama seperti kain putih, setelah dililit, ada lapisan kedua berupa kain bermotif sutra/satin tipis. Lapisan kedua ini saja sudah cantik banget. Walau tidak terlihat tapi tetap cantik berwarna pink muda. Kemudian lapisan ketiga kimono tebal dan ditambahkan obi dengan pita dibagian belakang. Gemezz banget. Seperti kita dibungkus dengan kertas kado cantik. Saya menyewa kimono seharga 5000 Yen. Ada kimono lain yang juga lebih cantik seharga 7000 hingga 17 ribu yen. Tapi 5000 yen juga sudah cantik sekali kimono ini bagi saya. *_*



Setelah puas keliling fushimi inari taisha, hujanpun turun. Dingiin. Ternyata sore hari terdapat berbagai pedagang yang menjual jajanan khas jepang. Kami mencoba takoyaki setelah memastikan tidak ada pork (buta) dalam takoyaki tersebut. Iyalah, pasti tidak ada. Takoyaki bahan dasarnya selalu gurita, jahe dan tepung. Jadi aman kok. 

Tadinya, setelah mengembalikan kimono di tempat penyewaan, kami ingin mencari resto Naritaya Yakiniku. Namun, karena sudah gelap dan hujan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke osaka dan mencari makan disana. Kami sempat menumpang shalat di tempat penyewaan kimono. Pak suami mendownload aplikasi kiblat, jadi mudah mencari arah kiblat dengan memakai aplikasi tersebut.

Setiba di Shin Osaka hujan masih awet. Akhirnya kami mencari resto yang tidak jauh dari stasiun shin osaka, karena kami akan menggunakan taksi, supaya tidak mahal ongkosnya. :) Untuk antrian taksi dengan jarak dibawah 3km ternyata ada antrian tersendiri. Resto halal yang kami pilih adalah Resto Honol Familia berlokasi di United Hotel. Salah satu waiternya adalah orang Indonesia. Kami memperoleh free drinks buffet asalkan memfollow social media @Honol_familia. Saya memesan fried chicken ramen dan rasanya masyaAllah enak bangetttt.. :))

Di United Hotel ini juga tersedia praying room lengkap dengan tempat wudhunya. Bersih dan super nyaman. Untuk kembali ke apartment kami menggunakan taksi karena masih hujan dan super dingin. Lumayan juga kalau jalan kaki versi google maps 20 menit. Kalau versi saya jadi 40menit itu. :)

Fried chicken ramen. Oishii!

Day 6. Rabu, 18 April 2018.
Hari ini akan pindah ke Tokyo, menggunakan Shinkansen Nozomi. Saat datang ke Shinkansen ticket counter, kami memilih untuk membeli tiket unreserved seat. Jadi bisa mendapat tiket sedikit lebih murah. Perjalanan Osaka - Tokyo dengan Shinkansen memerlukan waktu 2,5 jam. Shinkansen Nozomi yang kami naiki berhenti di 5 stasiun. Jadi walau membeli unreserved seat akhirnya kami juga mendapat kursi berdampingan. Karena pasti ada yg turun distasiun berikutnya.

Depan Shinkansen

Setibanya di Tokyo Station, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Tokyo Disney Sea. Disney Sea satu-satunya Disney themepark bernuansa laut di dunia dan hanya ada di Tokyo. Untuk wahananya sendiri lebih diperuntukan bagi orang 'dewasa' dibandingkan Disneyland. Yang pertama kami masuki adalah Broadway Show. Disini tidak diizinkan merekam maupun memfoto pertunjukan. Jadi pertunjukan ala broadway musical dengan stars nya yaitu mickey mouse, mini mouse, goofy, dan daisy.
Tokyo DisneySea

Kemudian ke Mermaid Lagoon, memasuki triton's kingdom yang isinya permainan seru seperti the whirpool (gelas-gelas berputar), jumpin jelly fish (naik turun di bola berbentuk jelly fish). Kemudian kami ke 20,000 leagues under the sea (wahana ini seperti masuk kedalam laut dalam dan melihat-lihat isi lautan) dan yang terakhir kami ke Indiana Jones adventure. Kami memasuki petualangan bersama Indiana Jones.

Untuk makan siang, kami makan di arabian coast, disini terdapat Casbah Food Court yang menyediakan menu rice curry, pilihannya ayam, udang dan sapi. Saya memesan shrimp curry dan rasanya super enak! Serius deh, biasanya saya kurang cocok dengan curry, tapi di casbah food court ini enak banget. 

Untuk shalat kita bisa meminjam ruangan di guest information, sama seperti di USJ. Kembali dari USJ langsung menuju Hostel Den , tempat kami menginap selama di Tokyo. Pergi di peak season menyebabkan rate pun melonjak naik. Untuk tinggal diapartment harganya terlalu tinggi, karena apartment biasanya untuk kapasitas banyak orang. Saya dan suami cuma berdua, terlalu mahal kalau sewa apartment. Hotel juga mahal. Kebetulan saya menemukan Hostel Den pada review Halal Media Japan. Disini tersedia praying room dan free instant ramen halal. Mereka juga menyediakan private room dengan rate yang amat terjangkau, untuk standard penginapan di Tokyo. Koper besar yang kami kirim dari Osaka pun, Alhamdulillah sudah safely landed di reception.

Day 7. Kamis, 19 April 2018
Rencana hari ini adalah ke gunung Fuji, tapi ternyata tiket express bus menuju Fuji Kawaguchiko sudah sold out hingga jam 15.00. Jadi, kami membeli tiket untuk besok pagi dan menukar jadwal besok ke hari ini. Tujuannya adalah Shinjuku, Shibuya, dan Harajuku. Di shinjuku kami ke Laox, department store yang menyediakan snack halal made in Japan, mulai dari coklat, ramen, cookies, rice crackers hingga soysauce. Di Shibuya wajib berfoto di depan patung Hachiko dan tentunya di the famous Shibuya Crossing. Tak perlu malu berfoto di shibuya crossing ini, karena kamu pasti tak sendiri. Ha-ha-ha. Akan ada banyak turis lain yang berfoto disini, mulai dari style modern masa kini hingga berfoto dengan kimono juga ada. :) Asalkan waspada saja jika lampu hijau untuk penyebrang jalan sudah berkedip, kita juga harus buru-buru melipir kembali ke pinggir. Bahaya kalau masih ditengah dong. (tutupmuka)

Shibuya Crossing

Di Harajuku, depan stasiun persis kita akan menemukan takeshita street dimana terdapat ratusan toko-toko fashion, beauty products, hingga crepes. Penasaran ingin mencicipi crepes karena tampak enak tapi khawatir juga takut tidak halal. Jadi, saya memutuskan tidak membeli. 

Yang paling favorite adalah toko Daiso. Akhirnya setelah hobi ke Daiso di Jakarta yang saya review disini, saya bisa sampai juga di Daiso Jepang. Saya mendapat piring sakura cantik disini. Ingin rasanya borong semua ha-ha-ha, soalnya gemez dan lucu-lucu semua barang disini dan yang pasti harganya cuma 100 Yen! 

Setelah dari Harajuku kami mencari Masjid di Tokyo. Tokyo Camii & Turkish Center dekat dari Yoyogi Uehara station. Tapi, kami sempat turun di Yoyogi Koen station, stasiun sebelumnya, karena dengar Yoyogi nya saja. Jarak Masjid dari stasiun 350m menurut gmaps ditempuh dengan berjalan kaki 4 menit. Dimana untuk saya menjadi 20 menit. 

Gmaps ini too good to be true deh, karena tidak memperhitungkan naik turun tangga plus kita cari-cari dulu jalan keluar dari stasiun, belum lagi jalanan yang menanjak. Jadi, kalau lihat gmaps cuma 4menit jangan langsung senang ya, siap-siap kondisi aslinya bisa 2x hingga 5x lipat dari waktu yang diperkirakan :))

Kami juga menyimpan barang barang hasil belanja di Harajuku di locker stasiun. Untuk locker ukuran kecil seharga 500Yen (sekitar Rp.65ribu). 

Tokyo Camii adalah masjid terbesar di Tokyo. Di lantai dasar merupakan turkish cultural centre. Untuk shalat pria di lt.2 dan wanita di lt.3. Design interior dan eksteriornya menyerupai Blue mosque ( Sultan Ahmet Camii ) di Turki.

Sepulangnya dari Tokyo Camii, kami mencari makan halal di daerah akihabara dan hanya resto kebab yang kami temukan. Yowes gapapa deh. Alhamdulillah, masih ada yang halal. Dan ternyata resto kebab itu dekat sekali dengan yodobashi. Masih kurang di yodobashi osaka, kami kembali ke yodobashi akihabara. Kami masih perlu membeli koper 1 lagi untuk menyimpan oleh-oleh, karena koper awal yang kami bawa dari Jakarta tidak muat :))

Day 8. Jum'at, 20 April 2018.
Tiket sudah dibeli kemarin, hari ini kami akan melihat gunung Fuji. Jadwal bus jam 10.10 berangkat dari Shinjuku Express Bus station di lantai 4. Di Jepang selalu on time. Tidak bisa terlambat. Kalau bus sudah jalan, hangus deh tiketnya. Perjalanan sekitar 1,5 Jam. Setibanya di Kawaguchiko station saya menunggu pak suami untuk shalat dulu. Letaknya dibelakang information center. 

Kemudian kami membeli tiket untuk bus yang bebas keliling naik turun semua line yaitu red, blue dan green, seharga 1500 yen per orang. Jadi selain Lake Kawaguchiko, juga terdapat lake Saiko, Narusawa, Shojiko, dan Motosuko.
Dimana kemudian agak menyesal karena kami tidak sempat juga menyusuri line lain (selain red line), jadi free hop on off bus tidak terpakai maksimal. Yasudah tak apa yang penting bisa bertemu dan melihat langsung gunung fuji.

Untuk melihat view gunung fuji secara lebih jelas, kami menggunakan kachi kachi yama ropeway. Jadi kita naik lagi keatas dengan ropeway. Biayanya untuk round trip adalah 800 Yen.  

Kami makan siang di halal restaurant satu-satunya di daerah kawaguchiko, yaitu masakan pakistan. Kami memesan chicken briyani. Porsinya banyak sekali, saya bungkus setengahnya untuk makan di hostel. 

Day 9. Sabtu, 21 April 2018.
It's time to go home. Melalui staff di hostel den, kami minta bantuan untuk memesankan taksi menuju tokyo station 1 malam sebelumnya. Dengan koper yang sudah beranak (sekarang jadi ada 3), rasanya tidak mungkin kami memaksakan diri untuk naik kereta ke tokyo station. Terutama, hanya ada tangga di stasiun Kodemacho, stasiun terdekat dari Hostel Den. Ongkos taksi dari Hostel Den menuju tokyo station adalah 2000 yen. Kami diantar hingga ke bus station. Dari Tokyo bus station ini kami akan menggunakan bus langsung menuju Narita Airport. Perjalanan sekitar 1 jam. Biayanya 1000 yen per orang.

Alhamdulillah, tiba di Narita Airport dengan selamat, setelah drop baggage, (sudah checkin online semalam sebelumnya) kami langsung menuju gate yang ditentukan. Sempat lewat Akihabara duty free shop dan mampir lagi untuk beli oleh-oleh. Ada saja yang masih kurang rasanya. :) 

Lalu lewat depan sushi store, cek, mereka tidak jual menu buta (pork). Jadi saya membeli inari sushi dan sushi roll isi telur dan sayuran saja. Tanpa menggunakan shoyu. Ok. Alhamdulillah penerbangan menuju singapore lancar. Transit di Changi lama juga, sekitar 4jam. Kami tiba di rumah dini hari pukul 00.30 pagi. 

Masuk kamar, home sweet home. Miss my bedroom so much. 
Japan Done. What's next?

Alhamdulillah semua lancar
Terimakasih ya ALLAH
Terimakasih my husband

Kalau ada pertanyaan tentang itinerary japan trip ini silahkan ya teman-teman..
Thank you for reading friends
Salam ^_^

5 comments:

  1. Wah jadi pengen pergi lagi ke Jepang nih abis baca itenerary ini. Ditunggu postingan story japan tripnya yg lain ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jepang memang kece yaa, masih kurang lama nih liburannya :)

      Delete
  2. Mba Witha.. aku bacanya berdebar2 rasanya... antara kangen jepang, deg2an baca cerita mba witha.. (Z juga sakit dulu di hari awal ke Jepang).. tapi bersantai2 di Jepang juga jadi pengalaman seru ya mbak, soalnya suasananya beda ama Indonesia. Iyaaa betul daripada pindah2 hotel geret koper, mending ke Kyoto nya PP dari Osaka ya. Capeee geret koper pindah kota :D Tapi Jepang selalu ngangenin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha tia berdebar-debar karena cinta ya :))
      Iya Tia udah ke Jepang ? aku juga kayanya masih banyak "unfinished business" nih di Jepang hehehe semoga ada rezeki balik lagi kesana aamiin

      Delete
    2. Sudah 2x ke jepang maksudku , tetap masih kurang ya :)

      Delete

Hi! don't forget to comment. I really appreciate it.