Related Article

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Thursday, April 6, 2017

Yakin Beli Mobil Bekas ?

Assalamu'alaikum dear friends ?

Masih di awal tahun 2017 nih, siapa yang sudah bosan dengan kendaraannya sekarang? Atau kendaraannya memang lagi bermasalah jadi ingin ganti kendaraan baru? atau mungkin lagi menabung untuk membeli mobil pertama ?

Jadi ingin membeli mobil baru yang "brand new" dari pabrik atau mobil baru yang "preloved" yang artinya 'sebelumnya dicintai' a.k.a mobil bekas? bekas pemilik sebelumnya, baru untuk kita pakai. ^_^

Kalau beli mobil bekas? Aduh takut ah, nanti sudah rusak bekas kecelakaan, jangan-jangan pernah kena banjir, bukannya menyelesaikan masalah justru menambah masalah.

Tenang mari kita bahas ilmu soal jual-beli mobil bekas yang saya dapatkan di event bersama Mobil123.com, sebagai portal automotive no.1 di Indonesia, yang saya hadiri beberapa waktu lalu. Walau saya perempuan, tapi bolehlah sekali-kali datang ke event berbau dunia pria, karena menurut saya mengetahui tentang jual beli kendaraan menarik juga dan semacam dejavu dari pekerjaan saya dulu sebagai customer relation coordinator di Toyota.





Event yang dimoderatori oleh Bapak Indra Prabowo sebagai Managing Director Mobil 123.com ini menghadirkan Bapak Halomoan Fischer Lumbantoruan, sebagai Chief Operating Officer (COO) Mobil 88 dan Bapak Hendrik Wiradjaja, Deputy Managing Director, PT. Hyundai Mobil Indonesia.

Bapak Fischer dari Mobil 88 menyampaikan bahwa sebelum membeli mobil bekas kita harus menyadari beberapa resikonya, antara lain :

1. Mobil Disita
Resiko mobil disita dapat terjadi jika ternyata mobil bekas yang kita beli ternyata adalah mobil yang sebelumnya digunakan untuk tindak kriminal misalnya. Mobil tersebut perlu dijadikan sebagai barang bukti kasus sehingga harus disita.

2. Kerugian Material
Resiko Kerugian meterial  dapat terjadi jika mobil bekas yang kita beli ternyata sudah dalam kondisi tidak baik. Mogok dan ternyata mengharuskan perbaikan di bengkel sehingga kita harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perbaikan mobil

3. Ancaman Keselamatan
Beberapa mobil tersedia fitur Air Bag, atau Anti Lock Breaking System. Fitur keselamatan ini ternyata dapat tidak berfungsi dengan baik pada kendaraan yang kita beli. Jika fitur ini sudah rusak dan kita tidak mengetahui saat membeli mobil bekas. Dan disembunyikan oleh penjual.

4. Tidak bisa Balik Nama
Resiko tidak bisa balik nama dapat terjadi jika mobil bekas yang kita beli tidak memiliki surat-surat yang lengkap atau ternyata BPKB dan STNK yang ada palsu.

5. Ancaman pidana 6 tahun
Dari resiko tidak bisa balik nama sehingga kita memiliki surat kendaraan yang palsu atau tetap memakai kendaraan dengan surat palsu kita dapat terkena ancaman pidana pasal 263 - 264 KUHP.

Duh seram juga ya mobil bekas.
Walau banyak resiko tapi membeli mobil bekas juga memiliki banyak manfaat ekonomi, antara lain :



Manfaat Membeli Mobil Baru, antara lain :
1. Harga Lebih Rendah
Dapat dipastikan harga lebih rendah daripada membeli kendaraan baru.

2. Kendaraan Dapat Langsung Dipakai.
Karena surat-surat sudah lengkap, plat nomor dan STNK sudah ada. Kita dapat langsung menggunakan kendaraan. Berbeda dengan kendaraan baru yang perlu menunggu proses plat nomor dan STNK terlebih dahulu.

3. Tingkat Depresiasi Lebih Rendah.
Manfaat membeli mobil bekas yang jika akan kita jual lagi memiliki tingkat depresiasi yang lebih rendah ketimbang kita menjual mobil yang kita beli baru dari pabrik. Selisih harga yang kita dapatkan akan lebih rendah.

Menurut Bapak Fischer, walau membeli mobil bekas memiliki beberapa resiko diatas tadi, statistik penjualan mobil bekas di Indonesia cenderung meningkat setiap tahun. Skala Ratio penjualan mobil bekas di banding mobil baru pada tahun 2015 adalah 3.3 : 1. 
Yang berarti setiap ada 1 penjualan mobil baru pada saat yang sama juga terjadi 3.3 penjualan mobil bekas.


Apakah pembeli mobil bekas adalah orang-orang yang kekurangan uang ? 
Pertanyaan yang menarik ini diajukan oleh salah seorang teman blogger saya kepada Bapak Fischer. Walau, pasar penjualan mobil bekas tidak memiliki Analisa Pasar dan Konsumen yang lengkap seperti pasar mobil baru tetapi menurut pengamatan Bapak Fischer bahwa konsumen mobil bekas tidak berarti tidak memiliki uang untuk membeli mobil baru, tapi merupakan konsumen yang ingin memanfaatkan ketiga manfaat ekonomi yang disampaikan diatas tadi, yaitu harga yang lebih murah, kendaraan yang dapat langsung dipakai dan tingkat depresiasi yang lebih rendah jika kendaraan dijual kembali.

Terutama menjelang Idul Fitri, bursa jual beli mobil bekas meningkat tajam dan harga mobil bekas juga ikut naik, menjadi momen yang tepat untuk menjual kendaraan dan mengganti dengan mobil baru.

Tentunya pembeli kendaraan bekas juga harus jeli dalam memilih kendaraan bekas untuk dapat menghindari resiko yang ada.

Berikut tips untuk dapat menghindari kerugian dalam membeli mobil bekas :
1. Cek kelengkapan Dokumen.
Mulai dari BPKP, STNK, Faktur. Kalau perlu cek ke SAMSAT mengenai status kendaraan yang akan kita beli apakah aman atau ternyata sedang bermasalah.

2. Pemeriksaan Fisik Mobil.
Nah, ini entah gimana caranya cek kondisi mobil apakah bebas dari banjir atau pernah kecelakaan. Apalagi tipe seperti saya yang cuma bisa pake he-he-he.

Ada beberapa tips untuk memastikan Fisik Mobil yaitu :
a. Tips simple nya adalah cek kebersihan interior dalam terlebih dahulu. Jika mobil dalam kondisi bersih kemungkinan pemakai sebelumnya adalah tipe yang merawat kendaraannya dengan baik.
b. Cek kondisi eksterior kendaraan. Biasanya terlihat dari rangka bagian dalam jika pernah kecelakaan sudah ada perubahan. Untuk hal ini alangkah baiknya kita mengajak kenalan/mekanik yang lebih mengerti tentang mobil.
c. Minta buku service. Jika buku service masih ada dan terisi lengkap kita dapat mengecek kondisi kendaraan. Hingga menghubungi bengkel untuk meminta track record dan penjelasan kondisi kendaraan bekas yang akan kita beli.

3. Tau track record kendaraan atau kenal dengan penjualnya.
Misalnya kita membeli kendaraan dari kerabat, teman atau tetangga yang kita kenal. Sehingga kita bisa mengetahui lebih detail mengenai kendaraan yang akan kita beli. Atau kita dapat membeli mobil bekas dari dealer yang terpercaya. Misalnya dealer rekomendasi dari teman atau saudara kita.

Jika kita masih belum yakin juga dalam memilih dan membeli mobil bekas sendiri. Kita dapat mencoba membeli di dealer mobil bekas yang terpercaya yaitu Mobil 88.  Mobil 88 yang berdiri sejak tahun 1988 ini telah memiliki berbagai perhargaan dalam layanannya sebagai dealer jual-beli dan tukar tambah kendaraan.

Terdapat beberapa keuntungan dari membeli mobil di Mobil 88 antara lain:
1. 100% Garansi keaslian Dokumen, keaslian Odometer, tidak bekas banjir, tidak bekas kecelakaan, no.rangka dan mesin sesuai. Jika terbukti tidak asli dan sesuai 100% uang kembali.
2. Tersedia berbagai type dan merk.
3. Free Layanan Darurat. Mobil 88 menyediakan free layanan darurat derek kendaraan ke bengkel terdekat.
4. Jaringan cabang yang luas. 21 cabang di 9 kota.
5. Kemudahan pemilihan pada website yang faktual.

Nah, jadi sekarang tidak perlu ragu lagi khan jika ingin membeli mobil bekas. Asalkan sudah tahu tips-tipsnya.


The speakers


Ada satu lagi program yang amat menarik dari membeli kendaraan baru, yaitu Buy Back Guarantee.
Program Buy Back Guarantee ini adalah program unggulan dari PT. Hyundai Mobil Indonesia.
Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Hendrik Wiradjaja, Deputy Managing Director, PT. Hyundai Mobil Indonesia, program Buy Back Guarantee yang merupakan salah satu keuntungan dari Hyundai Auto Safe - Used Car Centre.

Buy Back Guarantee adalah Jaminan membeli kembali kendaraan Hyundai, selama 3 tahun sejak pembelian atau 65.000 km (mana yang tercapai lebih dulu).
Jadi saat membeli Hyundai baru kita akan mendapatkan ketenangan bahwa mobil Hyundai yang kita beli pasti akan dapat kita jual kembali ke Hyundai Auto safe - used car centre.

Berikut tabel Buy Back Guarantee Program :
Type mobil : Santa Fe, H1 , Tucson
Tahun ke-1, 20.000km = 80 % dari harga beli.
Tahun ke-2, 40.000km = 75%
Tahun ke-3, 65.000km = 70%

Type mobil : Grand Avega, Grand i10
Tahun ke-1, 20.000km = 85 % dari harga beli.
Tahun ke-2, 40.000km = 75%
Tahun ke-3, 65.000km = 70%
Manfaat untuk konsumen adalah :
1. Dapat menghitung nilai jual mobil hyundai hingga tiga tahun kedepan, dibandingkan harga jual mobil merek lain.
2. 'Peace of mind' , ketenangan dari mendapat kepastian bahwa mobil hyundai yang dimilikinya dapat dijual dengan harga yang sesuai.

Program buy back guarantee ini menarik sekali menurut saya, terutama untuk membeli mobil hyundai yang selama ini dikhawatirkan after salesnya rendah karena kalah pamor dengan merk lain seperti Toyota dan Honda yang harga jual kembali cenderung masih lebih tinggi.

Acara ini juga dihadiri oleh Mr. Hammish Stone (CEO PT.iCar Asia) dan Mr.Joe Dische (CFO PT.iCar Asia). Lucu juga lihat tingkah polah sist MC yang ga bisa lihat bule (minta peluk melulu) XD Sist, bukan mahrom sist..  :"|

Jadi, sekarang bisa yakin ya kalau mau membeli mobil baru yang bekas pakai atau membeli mobil baru merek Hyundai karena ada program Buy Back Guarantee nya yang kece.
Thank you for reading
Salam


6 comments:

  1. pas banget lagi cari info tentang mobil eh mb witha nulis ini *love* thanks for sharing mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama dear Alhamdulillah senang kalau bisa bermanfaat

      Delete
  2. Kalau aku sih termasuk yang gak keberatan juga kalau membeli mobil bekas pakai, dengan catatan, aku kenal dan tau siapa penjualnya, biasanya sih karena masih saudara dekat atau tetangga yang kita kenal betul orangnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, itu dia salah satu tips aman beli mobil bekas, kenal dengan penjualnya jd bisa cek juga pernah kecelakaan atau banjir tidak nya :)

      Delete
  3. kalau aku yay mb hehehe apalagi aku beli dari kakak sendiri hahaha uda tau level pake n kejorokannya gmn jd percaya bingits 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. oo iya apalagi kakak sendiri ya, ga enak mobilnya bisa dibalikin hahaha

      Delete

Hi! share your stories here