Related Article

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tuesday, September 11, 2012

Europe trip, 8 days, 6 cities, 4 countries (Part I)

Assalamualaikum!
Bonjour, comment allez-vous? 

Berhubung di tulisan ini aku mau share pengalaman di travel ke Europe, boleh lah ya sapa-sapa dengan bahasa perancis sedikit. Trip ke europe kali ini selama 8 hari di bulan Maret 2012 lalu. Sudah masuk spring tapi masih dingin, terutama di Brussel and Amsterdam.

Kemana saja sih aku dan suamiku? jadi kita ke 6 kota di Eropa, which are Paris, Brussels, Amsterdam, Volendam, Milan dan Venezia.Semua perjalanan tanpa jasa travel. Yah, semi backpacker, karena kita bawa koper bukan backpack hehehe. Urus visa pun sendiri ga minta bantuan ke Travel. Mudah, cepat dan professional karena untuk apply visa schengen yang melalui kedubes perancis diurus langsung melalui jasa TLS Contact . Bisa di klik sendiri karena di web tsb sudah amat jelas cara apply visa schengen sekaligus dokumen dokumen yang dibutuhkan apa saja. Ok, langsung saja share pengalaman kita di Eropa ya...here we go!

Day 1.
Kita berangkat dari Malaysia dengan pesawat Air Asia KL-Paris (Orly). Alhamdulillah kita beruntung karena ternyata flight kita  pulang nanti kembali ke Kualalumpur adalah flight terakhir Air Asia dari Paris ke KL. Saya tidak tahu kenapa sekarang sudah tidak ada lagi, kemungkinan besar pasti karena profit tidak sebesar yang diharapkan ya. Untuk harga tiket nya sendiri kami memang memperoleh dengan harga yang murah. Alhamdulillah, rejeki anak sholeh :).  Selama di flight kami bertemu kenalan baru, bule perancis living in Marseille, nah dia banyak kasi rekomen tempat-tempat yang seru menurut dia.. yah versi bule khan beda ya dengan versi kita. Karena yang direkomen mostly resto-resto atau cafe dimana wine nya enak, ya pasti kita ga bisa kesana khan ya. Tapi dia baik banget nemenin kita dari Orly,dibantu beli tiket bis ke denfert rochereau. Sampai di denfert  rochereau kita tinggal naik metro sekali ke pusat kota Paris, dimana hotel kita berada. Kita menginap di hotel Royal Phare, Paris. Sengaja pilih hotel ini karena dekat banget sama menara Eiffel dan hotel nya murah (2*) yah khan budget terbatas ya. Hotel 2* di Paris seharga hotel 5* di Indonesia khan. Check in, cuci muka sebentar, ganti baju, terus langsung cuss kemana lagi kalau bukan ke Eiffel Tower. 

La tour Eiffel

Sempat ingin naik ke La Tour Eiffel, tapi lihat antrian, oh dear panjangnya, bisa habis waktu cuma antri kalau gini, ok jadi kita skip dulu naik ke Eiffel Tower, In sya ALLAH besok saja. Lalu selanjutnya yang wajib dicoba adalah Bato Bus. Namanya saja Bus tapi ini sebenarnya Boat yang menelusuri sungai Seine di Paris, ukurannya besar, dan terdapat beberapa tempat perberhentian. Karena jauh dekat tarifnya sama, jadi saya memutuskan naik sampai Museum Louvre. Dari eiffel kami melewati Musee D'orsay- Saint Germain de pres- Notre Dame-Jardin de Plantes-Hotel de Ville- tiba di Louvre.

Diatas Batobus di depan Cathedrale de Notre Dame de Paris

Tiba di Louvre yang memang sedang amat penuh karena sedang musim liburan, Museum Louvre ini memang amat besar dan koleksi nya yang sangat luar biasa. Juga ada section islamic history . Sayang pada saat kami kesana sedang under renovation. Seperti turis-turis pada umumnya kami juga mencari La Joconde/ La Gioconda alias Monalisa. Ternyata mini ya lukisannya dibanding lukisan-lukisan lain di Louvre yang giant size nya. Konon, menurut sejarah Leonardo Davinci selalu membawa lukisan ini kemana pun dia pergi dan pada zaman nya lukisan ini terkenal karena teknik lukis nya luas biasa. CMIIW ya.
Musee du Louvre - ketemu Monalisa atau La Joconde-kata Parisienne

The Monalisa

Selesai mengagumi karya karya-karya seni dan sejarah di Musee du Louvre kami melanjutkan perjalanan menyusuri Champ Elysees. Sepanjang perjalanan, kami bertemu parisienne yang duduk di cafe atau shopping. Oh stylish sekali mereka. Sayang, dilain sisi juga banyak peminta-minta jalanan dan lebih menyedihkan lagi peminta-minta itu berkerudung. Saya rasa mungkin mereka imigran-imigran , yang mengadu nasib di Paris, berharap dapat memperbaiki hidup dan kenyataannya di Eropa pun sedang mengalami krisis. Jadi mereka tidak bisa pulang dan tidak memperoleh pekerjaan juga di Paris, akhirnya berakhir menjadi peminta-minta di jalanan. Saya berharap pemerintah Uni Eropa dan Paris khususnya bisa mengatasi hal ini, sebagaimana harapan saya juga pada pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan dan peminta-peminta di jalan.
 
Bermodalkan bahasa perancis , "excusez-moi, vous parlez anglais?" , permisi, can you speak english? Kami mencari Butik Louis Vuitton, karena ada customer saya yang titip dibelikan ya karena harga LV paling murah dimana lagi kalau bukan di pusatnya di Paris. Selain pusat nya di Champ Elysees ini , Louis Vuitton dan brand lainnya juga ada di Galeries Lafayette. Buat yang hobi shopping wajib kesini ya, lengkap, you name it, seperti nya semua brand ada. Setelah dari butik LV kami kembali berjalan kaki menuju Arc de Triomphe, salah satu monumen terkenal di Paris. Monumen ini dibangun untuk menghormati para pejuang yang meninggal membela Perancis pada revolusi Perancis dan Napoleonic Wars.

Lanjut ke sini ya

No comments:

Post a Comment

Hi! don't forget to comment. I really appreciate it.